Sawasdee kha!
Pheeww... It took a long time ternyata ya untuk
menulis sebuah blog itu. Sebelum post, rasanya selalu ada saja yang kurang sama
tulisan saya. Tidak pede. Ok, i’ll start to tell you my journey to Bangkok.
Back in November 2010, when i did my join studio project with Thammasat
University, with my 35 friends, we visited Bangkok for field trip. Saat itu,
adalah pertama kalinya saya pergi ke negara orang bersama hampir seperempat
teman kuliah saya. Perjalanan ini seperti kunjungan balasan kepada teman-teman
kami dari Thammasat University yang pada 5 bulan sebelumnya mengunjungi
Semarang (Saya kuliah di Universitas Diponegoro, Semarang) untuk melakukan hal
yang sama. I haven’t been to Bangkok before, so that feeling of excitement came
since a month before departure!
Kami semua sudah dibuat “amazed” dengan arsitektur
Bandara Suvarnabhumi begitu kami mendarat di Bangkok. Saat itu, hari sudah
malam, sehingga kemegahan Bandara Suvarnabhumi semakin terlihat dengan
menyalanya lampu-lampu di terminal kedatangan.
| Beautiful Light |
Kedatangan
kami langsung disambut dengan teman-teman dari Thammasat University dengan
spanduk lebar bertuliskan “welcome to Thailand, our friends from Undip” sayang
saya lupa untuk mengabadikan spanduk tersebut. Kami langsung diantarkan menuju
dorm dan beristirahat. Saat pagi tiba, kami bersiap-siap karena kami akan
mengunjungi.... Grand Palace. Setiap wisatawan yang pergi ke Bangkok,
pasti akan mengunjungi tempat ini. Grand Palace has been the official residence
of the Kings since 1782. Tapi sekarang, Grand Palace hanya digunakan untuk
official events. Warna bangunan di komplek ini mayoritas memiliki nuansa
keemasan yang terlihat mewah dan megah. Kompleks istana ini terdiri dari
beberapa bangunan: Wat Phra Kaew (The Temple of The Emerald Budha), Phra Thinang Amarin Winitchai, Phra Thinang
Chakri Maha Prasat, dan masih banyak lagi (yang tentunya memiliki nama-nama
yang sulit untuk diucapkan oleh lidah orang Indonesia).
| Wat Phra Kaew seen from outer court |
| Such a beautiful windows |
Sayang, saat saya berkunjung, sedang dilakukan renovasi diberbagai sudut, sehingga sedikit mengganggu kemegahan bangunan-bangunan di kompleks Grand Palace ini.
The kind of things you need to know before you get
there is the rules, restrictions, and.... dress code. Ada aturan, baik untuk
pria maupun wanita yang mau mengunjungi Grand Palace. Kita dilarang menggunakan
pakaian terbuka dan ketat ketika akan memasuki kompleks Grand Palace. Anda juga
dilarang menggunakan sandal jepit. Hal ini dikarenakan kompleks Grand Palace
ini merupakan kuil suci untuk umat budha. But, considering the high temperature
in Bangkok, instead of wearing long sleeves and trousers, akan lebih
menyenangkan menggunakan pakaian yang tipis dan pendek. Apabila anda terlanjur
memakai pakaian terbuka, tipis dan ketat, tidak perlu khawatir, karena
disediakan kain sarung dan celana yang disewakan kepada para turis untuk
menutupi pakaian tipis anda dengan memberikan deposit sebesar 200 Baht. Uang
itu nantinya akan dikembalikan saat kita mengembalikan sarung atau celana yang
kita pinjam.
There are several places dimana kita tidak boleh
mengambil gambar, seperti di tempat ibadah. Biasanya akan banyak papan
bertuliskan "no picture inside", "leave your drink outside,
please", take off your shoes" dan lain sebagainya, so please give
your attention for every sign inside the palace, karena bagaimanapun juga ini
adalah tempat suci bagi umat budha dan kita harus menghormatinya, bukan?
Jadi, saat anda baru pertama kali berwisata ke
Bangkok, Grand Palace is a must visit place in Bangkok. Kita tidak akan merasa
kecewa dengan kompleks bangunan ini, meskipun panasnya kota Bangkok yang sangat
menyengat, keindahan setiap bangunannya mampu membuat siapa saja yang datang
merasa takjub.
Khawp khun kha!
Mia Wilis - Went to Bangkok in 2010
Notes:
- Grand Palace is located at Na Phra Lan Road, Old City (Rattanakosin)
- Opens daily from 8.30 am - 3.30 pm
- Ticket price: 200 Baht (include Vimanmek Palace and Abhisek Dusit Throne Hall entry ticket)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar