Rabu, 16 April 2014

3 Days at Jinan County: Korean Traditional Village



Perjalanan saya ke Korea Selatan berawal dari ajakan Pakde (Kakaknya Ibu) untuk ikut serta dalam perjalanannya ke Seoul dalam rangka Pediatric Congress. Tujuan beliau mengajak saya, tentu saja untuk menemani anaknya (sepupu saya) yang juga ikut serta dalam perjalanan ini.
Jinan County merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jeollabuk-do. Perjalanan ke Jinan memakan waktu lebih kurang 3 jam dengan mobil. Kami dijemput oleh perwakilan panitia untuk menuju ke Jinan tempat dilaksanakannya kongres tersebut. Suhu dingin yang mencapai -15 derajat celcius langsung menusuk tulang begitu kami keluar di terminal kedatangan. Waktu itu kami datang pada bulan Januari, puncaknya musim dingin di Korea.

Frozen

The coolest country i've visited so far



Pada hari kedua saya dan sepupu saya pergi kesebuah bukit yang terletak tepat dibelakang hotel kami. Pakde tidak ikut serta karena sudah harus bergabung di acara kongres. Kami hanya berjalan kaki di suhu yang sangat ekstrim untuk kita-kita yang berbadan Asia Tenggara yang sudah terbiasa dengan cuaca tropis dengan suhu rata-rata 26-30 derajat celcius. Mengigil? Jelas, bahkan saya sudah tidak bisa merasakan jari-jari tangan saya lagi meskipun sudah memakai gloves 3 lapis.

Hujan salju di hari kedua


Begitu sampai, di depan tangga yang menuju ke atas bukit, terdapat batu besar bertuliskan “Jeonju Hanok Village” dan tulisan-tulisan berbahasa Korea yang mungkin kalau diartikan akan berbunyi sama dengan terjemahan bahasa inggris dibawahnya. Ternyata desa ini bernama Jeonju Hanok. Jinan sendiri bukan merupakan daerah tujuan wisatawan karena terlihat hanya kami berdualah orang asing yang mengunjungi bukit ini.

Jeonju hanok village


Kami mulai menaiki anak tangga untuk mencapai ke puncak bukit. Bukan perkara mudah untuk menaiki anak tangga yang tidak seberapa banyak itu, hanya saja, suhu dan angin kencang membuat kita harus berhenti terengah-engah dan lebih berhati-hati karena anak tangga yang licin tertutup es. Ternyata di atas bukit ini, berdiri sebuah kuil yang cukup besar. Kuil ini masih dijadikan sebagai tempat sembahyang penduduk setempat. Angin yang bertiup kencang membuat kami tidak betah berlama-lama di atas bukit, setelah puas mengambil foto di depan kuil, kami pun turun ke bawah melewati sisi lain bukit. Tidak ada tangga, melainkan jalan setapak yang menurun and sooooo slippery. Sepupu saya pun berkali-kali terpeleset dan jatuh saking licinnya.
Dari jalan setapak ini, terlihat diketinggian pemandangan Kota Jinan. Sebenarnya ingin sekali kami berlama-lama untuk menikmati pemandangan ini, akan tetapi sekali lagi, kami urung melakukan itu karena angin yang cukup kencang di atas bukit.

Climbed up the stairs
The beautiful footpath

Siang harinya, pakde saya bergabung dan kami pun memutuskan untuk mengelilingi pusat kota Jinan, yang menurut saya lebih menyerupai desa tradisional yang lebih besar, dengan berjalan kaki.

Jinan from the hill

Traditional korean house
The downtown

Meskipun angin kencang dan suhu minus yang kami rasakan, tidak menyurutkan niat kami untuk berjalan kaki. Sekali-sekali kami masuk ke dalam pertokoan untuk menghangatkan badan sebentar sebelum meneruskan perjalanan kami. Sangat menyenangkan, selain kita yang sangat jarang berjalan kaki di kota Jakarta, tumpukan salju-salju dipinggir jalan sisa hujan pagi tadi juga membuat kita sangat menikmati cuaca ekstrim di negara gingseng ini.




Kalau selama ini orang pergi ke Korea Selatan hanya mengunjungi Kota Seoul, Nami Island, dan Jeju Island, tidak ada ruginya sekali-sekali kita meng-explore kota-kota pinggiran lainnya. Jangan takut untuk mencari destinasi wisata yang “anti-mainstream”. Karena saya yakin, banyak orang Jakarta yang sudah cukup penat dengan kehidupan kota besar dan ingin mencari sesuatu yang lebih tenang dan sepi untuk recharge energy. Explore the countryside, not the big-city-side.

Mia Wilis - Went to South Korea in January, 2011

Notes:
Apabila anda ingin mengunjungi Korea Selatan pada musim dingin, bersiaplah dengan segala perlengkapan. Bawalah coat yang tebal, longjohn, celana legging sebagai pelapis celana, sarung tangan, winter boots dan kaos kaki. Pilih lah coat dan winter boots dengan lapisan dalamnya berupa wool karena itu sangat membantu tubuh kita dalam menangkal dinginnya suhu udara yang sangat ekstrim. Gunakan juga sarung tangan paling tidak 2 lapis.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar