Perjalanan saya ke Korea Selatan
berawal dari ajakan Pakde (Kakaknya Ibu) untuk ikut serta dalam perjalanannya
ke Seoul dalam rangka Pediatric Congress. Tujuan beliau mengajak saya, tentu
saja untuk menemani anaknya (sepupu saya) yang juga ikut serta dalam perjalanan
ini.
Jinan County merupakan salah satu
kabupaten di Provinsi Jeollabuk-do. Perjalanan ke Jinan memakan waktu lebih
kurang 3 jam dengan mobil. Kami dijemput oleh perwakilan panitia untuk menuju
ke Jinan tempat dilaksanakannya kongres tersebut. Suhu dingin yang mencapai -15
derajat celcius langsung menusuk tulang begitu kami keluar di terminal
kedatangan. Waktu itu kami datang pada bulan Januari, puncaknya musim dingin di
Korea.
![]() |
| Frozen |
![]() | |
| The coolest country i've visited so far |
Pada hari kedua saya dan sepupu saya pergi kesebuah bukit yang terletak tepat dibelakang hotel kami. Pakde tidak ikut serta karena sudah harus bergabung di acara kongres. Kami hanya berjalan kaki di suhu yang sangat ekstrim untuk kita-kita yang berbadan Asia Tenggara yang sudah terbiasa dengan cuaca tropis dengan suhu rata-rata 26-30 derajat celcius. Mengigil? Jelas, bahkan saya sudah tidak bisa merasakan jari-jari tangan saya lagi meskipun sudah memakai gloves 3 lapis.
![]() |
| Hujan salju di hari kedua |
Begitu sampai, di depan tangga
yang menuju ke atas bukit, terdapat batu besar bertuliskan “Jeonju Hanok
Village” dan tulisan-tulisan berbahasa Korea yang mungkin kalau diartikan akan
berbunyi sama dengan terjemahan bahasa inggris dibawahnya. Ternyata desa ini
bernama Jeonju Hanok. Jinan sendiri bukan merupakan daerah tujuan wisatawan
karena terlihat hanya kami berdualah orang asing yang mengunjungi bukit ini.
![]() |
| Jeonju hanok village |
Kami mulai menaiki anak tangga
untuk mencapai ke puncak bukit. Bukan perkara mudah untuk menaiki anak tangga
yang tidak seberapa banyak itu, hanya saja, suhu dan angin kencang membuat kita
harus berhenti terengah-engah dan lebih berhati-hati karena anak tangga yang
licin tertutup es. Ternyata di atas bukit ini, berdiri sebuah kuil yang cukup
besar. Kuil ini masih dijadikan sebagai tempat sembahyang penduduk setempat.
Angin yang bertiup kencang membuat kami tidak betah berlama-lama di atas bukit,
setelah puas mengambil foto di depan kuil, kami pun turun ke bawah melewati
sisi lain bukit. Tidak ada tangga, melainkan jalan setapak yang menurun and
sooooo slippery. Sepupu saya pun berkali-kali terpeleset dan jatuh saking
licinnya.
Dari jalan setapak ini, terlihat
diketinggian pemandangan Kota Jinan. Sebenarnya ingin sekali kami berlama-lama
untuk menikmati pemandangan ini, akan tetapi sekali lagi, kami urung melakukan
itu karena angin yang cukup kencang di atas bukit.
![]() |
| Climbed up the stairs |
![]() |
| The beautiful footpath |
Siang
harinya, pakde saya bergabung dan kami pun memutuskan untuk mengelilingi pusat
kota Jinan, yang menurut saya lebih menyerupai desa tradisional yang lebih
besar, dengan berjalan kaki.
![]() |
| Jinan from the hill |
![]() |
| Traditional korean house |
![]() |
| The downtown |
Meskipun
angin kencang dan suhu minus yang kami rasakan, tidak menyurutkan niat kami
untuk berjalan kaki. Sekali-sekali kami masuk ke dalam pertokoan untuk
menghangatkan badan sebentar sebelum meneruskan perjalanan kami. Sangat
menyenangkan, selain kita yang sangat jarang berjalan kaki di kota Jakarta,
tumpukan salju-salju dipinggir jalan sisa hujan pagi tadi juga membuat kita
sangat menikmati cuaca ekstrim di negara gingseng ini.
Kalau selama ini orang pergi ke
Korea Selatan hanya mengunjungi Kota Seoul, Nami Island, dan Jeju Island, tidak
ada ruginya sekali-sekali kita meng-explore
kota-kota pinggiran lainnya. Jangan takut untuk mencari destinasi wisata
yang “anti-mainstream”. Karena saya
yakin, banyak orang Jakarta yang sudah cukup penat dengan kehidupan kota besar
dan ingin mencari sesuatu yang lebih tenang dan sepi untuk recharge energy. Explore the countryside, not the
big-city-side.
Mia Wilis - Went to South Korea in January, 2011
Notes:
Apabila anda ingin mengunjungi Korea Selatan pada
musim dingin, bersiaplah dengan segala perlengkapan. Bawalah coat yang tebal,
longjohn, celana legging sebagai pelapis celana, sarung tangan, winter boots
dan kaos kaki. Pilih lah coat dan winter boots dengan lapisan dalamnya berupa
wool karena itu sangat membantu tubuh kita dalam menangkal dinginnya suhu udara
yang sangat ekstrim. Gunakan juga sarung tangan paling tidak 2 lapis.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar