Senin, 26 Januari 2015

Hobart: surprised by its beauty and activity



Tasmania? Hobart??
Begitu saya tau kota ini masuk ke dalam ittinerary perjalanan saya ke Australia pada tahun 2012 kemarin, saya langsung browsing dan mencari tempat-tempat menarik untuk dikunjungi. Beberapa tempat ternyata menjadi highlight perjalanan saya selama tiga hari di Hobart.
There are no direct flight to Hobart from Jakarta. You have to take flight from major cities on the mainland. Saya terbang dari Bandara Tullamarine, Melbourne dengan menggunakan maskapai lokal yaitu Jetstar. Jetstar provides direct flight to Hobart from all main city on the mainland. Karena saya pergi saat low season (bulan September) saya mendapatkan tiket yang lumayan murah, yaitu Rp600.000 sekali jalan sudah termasuk bagasi 20 kg. Kalau pergi saat high season (Natal atau summer break), harga tiket pesawat sekali jalannya bisa dua kali lipat dari harga tiket yang saya dapat. Berikut adalah review perjalanan saya ke Hobart.

Arriving at Hobart
Mendarat di Hobart International Airport, mengingatkan saya mendarat di Bandara Ahmad Yani, Semarang. Begitu masuk gedung terminal, langsung bertemu dengan conveyor belt. Yang membedakan adalah adanya seekor Anjing pelacak yang berkeliaran di sekitar conveyor belt dan mengendus-endus koper-koper yang masuk.
Untuk menuju ke tempat penginapan di pusat kota, ada dua alternatif: taxi dengan hitungan argo atau shuttle bus dengan hitungan per orang. Sebenarnya dengan menggunakan taxi mungkin akan lebih murah, berhubung nantinya biaya taxi akan kita (saya, ibu saya, dan 2 temannya) bagi berempat. Tetapi barang bawaan kita yang banyak dan besar, kita pun memutuskan menggunakan shuttle bus. Biaya per orangnya untuk sekali jalan AUD 17 dan return AUD 30 (kurs saat itu berkisar di AUD 1 = Rp8.900). Harga ini sama untuk semua jarak, baik dekat maupun jauh. Kalian hanya tinggal menunjukkan bukti reservasi hotel, dan kalian akan diantar sampai ke hotel. Kalau membeli tiket return, tinggal membuat janji dengan supir bus tanggal dan jam berapa kalian ingin dijemput di hotel dan diantar kembali ke bandara. Praktis, tapi sayangnya harga tiket shuttle bus ini cukup mahal untuk budget saya.
Perjalanan menuju ke hotel memakan waktu 40 menit, karena shuttle bus ini berkeliling kota untuk mengantarkan penumpang lainnya. Lumayan sekalian lihat-lihat sudut Kota Hobart. Untuk ukuran sebagai Ibukota, kesan pertama saya, Hobart merupakan kota yang jauh dari kata ramai. Besoknya hari pada hari sabtu mungkin kota ini akan lebih ramai karena akan banyak orang yang pergi ke kota bersama keluarga atau kerabat untuk sekedar makan atau jalan-jalan.

Where to stay
A lot of choices to stay at Hobart. You can book a hotel, motel, lodge, or even a studio apartment. Pilihan tempat menginap juga pastinya disesuaikan dengan budget perjalanan masing-masing dan berapa orang yang pergi sama kalian. Kalau kalian rombongan, mending sewa apartemen aja, akan lebih murah. Saya sendiri memilih untuk menginap di Hotel Mercure. Hotel Mercure di Hobart ada dua, satu terletak di Bathurst Street sementara satu lagi terletak di Murray Street. Kebetulan saya mereservasi Hotel Mercure yang terletak di Bathurst Street. Harga per malamnya adalah Rp655.000. Beruntung saya mendapatkan kamar dengan view Gunung Wellington dengan puncaknya yang tertutup salju. Sayang, waktu itu saya nggak foto kamar saya. Apakah harga per kamar segitu murah atau mahal? Kembali lagi dari seberapa banyak budget yang kalian siapkan untuk penginapan.


Mt. Wellington from our balcony


The Landscape
Just don’t compare Hobart with the other city on the mainland, because Hobart is a whole different city. 
Walaupun saya belum pernah ke New Zealand, tapi dari foto-foto yang saya browsing di Google, kota ini mirip dengan kota-kota di  New Zealand. Plan your visit to Hobart and spend 2 hours to take a tour to the top of Mount Wellington. Believe me, you’ll be surprised with the beauty from the highest point.  Find out this tour at your hotel, mereka biasanya mem-provide tour ke Gunung Wellington. Harga tour yang saya ambil AUD 25 hanya untuk paket tour ke Mount Wellington. Nantinya kalian akan dijemput di hotel atau bertemu di meeting point, tergantung paket tournya. 

View from the top of Mt. Wellington

Another view that you'll enjoy
 
City Highligts
Elizabeth Mall
Jangan bayangkan sebuah gedung tinggi seperti pada umumnya mal-mal yang ada di Indonesia, Elizabeth Mall merupakan sebuah jalan yang di kanan dan kirinya berjejer pertokoan. Elizabeth Mall terletak di Elizabeth Street. Dari hotel saya hanya berjalan kaki sekitar 10 menit untuk mencapai Elizabeth Mall ini. Selama perjalanan menuju Elizabeth Mall, saya hanya melihat satu atau dua mobil berlalu lalang di jalan. Sepi sekali. Saya berasa seperti ada di kota hantu yang ditinggal penghuninya. 
Di Elizabeth Mall pun tidak banyak orang yang datang. Di sini kalian dapat membeli souvenir khas Tasmania, yaitu boneka Tasmanian Devil di toko-toko souvenir yang ada di mall ini. Jangan bayangkan boneka Tasmanian Devil seperti yang ada di film-filmnya Warner Bros, karena menurut saya aslinya Tasmanian Devil itu sedikit menyeramkan.




Downtown

Salamanca Market
No trip to Hobart is complete without a visit of the Salamanca Market. Salamanca Market  seperti pasar kaget kalau di Indonesia yang buka hanya pada hari Sabtu, kecuali hari libur nasional yang jatuh pada hari Sabtu, maka akan buka pada hari Minggu. Operating Hours pasar ini pada pukul 8.30 pagi sampai pukul 3 sore. Ternyata, di sini lah pusat keramaian Kota Hobart. Seluruh warga kota sepertinya menikmati weekend mereka dengan berjalan-jalan di Salamanca Market. Cukup ramai pada saat saya berkunjung.
Terdapat lebih kurang 300 stalls yang berdiri di sepanjang jalan di Salamanca Place. Barang yang dijual berbagai macam, mulai dari kerajinan tangan, sayuran dan buah-buahan fresh yang baru didatangkan dari farm, souvenir, sampai makanan. Saya sendiri sangat menikmati susanan di Salamanca Market, walaupun pada hari itu angin sangat kencang sampai beberapa penjual memegangi tenda mereka agar tidak ambruk karena tertiup angin. But it didn’t stop the locals and tourists to come out and stroll along the market. Kalau kalian ingin pergi ke Salamanca Market, pastikan kalian berkunjung ke Hobart pada saat weekend, so you won’t miss this market.


Taman David's James di Samping Salamanca Market

Mia Wilis - Went to Hobart On August, 2012
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar