Tasmania? Hobart??
Begitu saya tau kota ini masuk ke
dalam ittinerary perjalanan saya ke
Australia pada tahun 2012 kemarin, saya langsung browsing dan mencari
tempat-tempat menarik untuk dikunjungi. Beberapa tempat ternyata menjadi
highlight perjalanan saya selama tiga hari di Hobart.
There are no direct flight to Hobart from Jakarta. You have to take
flight from major cities on the mainland. Saya terbang dari Bandara
Tullamarine, Melbourne dengan menggunakan maskapai lokal yaitu Jetstar. Jetstar provides direct flight to Hobart
from all main city on the mainland. Karena saya pergi saat low season (bulan September) saya mendapatkan tiket yang lumayan murah, yaitu Rp600.000 sekali jalan sudah
termasuk bagasi 20 kg. Kalau pergi saat high season (Natal atau summer break),
harga tiket pesawat sekali jalannya bisa dua kali lipat dari harga tiket yang saya dapat. Berikut adalah review perjalanan saya ke Hobart.
Arriving
at Hobart
Mendarat di
Hobart International Airport, mengingatkan saya mendarat di Bandara Ahmad Yani,
Semarang. Begitu masuk gedung terminal, langsung bertemu dengan conveyor belt.
Yang membedakan adalah adanya seekor Anjing pelacak yang berkeliaran di sekitar
conveyor belt dan mengendus-endus koper-koper yang masuk.
Untuk menuju ke
tempat penginapan di pusat kota, ada dua alternatif: taxi dengan hitungan
argo atau shuttle bus dengan hitungan per orang. Sebenarnya dengan menggunakan
taxi mungkin akan lebih murah, berhubung nantinya biaya taxi akan kita (saya, ibu saya, dan 2 temannya) bagi
berempat. Tetapi barang bawaan kita yang banyak dan besar, kita pun memutuskan
menggunakan shuttle bus. Biaya per orangnya untuk sekali jalan AUD 17 dan
return AUD 30 (kurs saat itu berkisar di AUD 1 = Rp8.900). Harga ini sama untuk
semua jarak, baik dekat maupun jauh. Kalian hanya tinggal menunjukkan bukti
reservasi hotel, dan kalian akan diantar sampai ke hotel. Kalau membeli tiket return, tinggal membuat janji dengan supir bus tanggal dan jam berapa
kalian ingin dijemput di hotel dan diantar kembali ke bandara. Praktis, tapi sayangnya
harga tiket shuttle bus ini cukup mahal untuk budget saya.
Perjalanan
menuju ke hotel memakan waktu 40 menit, karena shuttle bus ini berkeliling kota
untuk mengantarkan penumpang lainnya. Lumayan sekalian lihat-lihat sudut Kota
Hobart. Untuk ukuran sebagai Ibukota, kesan pertama saya, Hobart merupakan kota
yang jauh dari kata ramai. Besoknya hari pada hari sabtu mungkin kota ini akan
lebih ramai karena akan banyak orang yang pergi ke kota bersama keluarga atau
kerabat untuk sekedar makan atau jalan-jalan.
A lot of choices to stay at Hobart. You can book a hotel, motel, lodge, or even
a studio apartment. Pilihan tempat menginap juga pastinya disesuaikan
dengan budget perjalanan masing-masing dan berapa orang yang pergi sama kalian. Kalau kalian rombongan, mending sewa apartemen aja, akan lebih murah. Saya sendiri memilih untuk menginap di Hotel
Mercure. Hotel Mercure di Hobart ada dua, satu terletak di Bathurst Street sementara
satu lagi terletak di Murray Street. Kebetulan saya mereservasi Hotel Mercure yang terletak di Bathurst Street. Harga per
malamnya adalah Rp655.000. Beruntung saya mendapatkan kamar dengan view Gunung
Wellington dengan puncaknya yang tertutup salju. Sayang, waktu itu saya nggak foto kamar saya. Apakah harga per kamar segitu murah
atau mahal? Kembali lagi dari seberapa banyak budget yang kalian siapkan untuk penginapan.
| Mt. Wellington from our balcony |
The
Landscape
Just don’t compare Hobart with the other
city on the mainland, because Hobart is a whole different city.
Walaupun saya belum pernah
ke New Zealand, tapi dari foto-foto yang saya browsing di Google, kota ini
mirip dengan kota-kota di New Zealand. Plan your visit to Hobart and spend 2 hours
to take a tour to the top of Mount Wellington. Believe me, you’ll be surprised
with the beauty from the highest point. Find
out this tour at your hotel, mereka biasanya mem-provide tour ke Gunung
Wellington. Harga tour yang saya ambil AUD 25 hanya untuk paket tour ke Mount
Wellington. Nantinya kalian akan dijemput di hotel atau bertemu di meeting point,
tergantung paket tournya.
City Highligts
Elizabeth Mall
Jangan bayangkan sebuah gedung tinggi seperti pada
umumnya mal-mal yang ada di Indonesia, Elizabeth Mall merupakan sebuah jalan
yang di kanan dan kirinya berjejer pertokoan. Elizabeth Mall terletak di
Elizabeth Street. Dari hotel saya hanya berjalan kaki sekitar 10 menit untuk
mencapai Elizabeth Mall ini. Selama perjalanan menuju Elizabeth Mall, saya hanya
melihat satu atau dua mobil berlalu lalang di jalan. Sepi sekali. Saya berasa
seperti ada di kota hantu yang ditinggal penghuninya.
Di Elizabeth Mall
pun tidak banyak orang yang datang. Di sini kalian dapat membeli souvenir khas
Tasmania, yaitu boneka Tasmanian Devil di toko-toko souvenir yang ada di mall
ini. Jangan bayangkan boneka Tasmanian Devil seperti yang ada di film-filmnya Warner
Bros, karena menurut saya aslinya Tasmanian Devil itu sedikit menyeramkan.
Salamanca
Market
No trip to Hobart is complete without a
visit of the Salamanca Market. Salamanca Market seperti pasar kaget kalau di Indonesia yang
buka hanya pada hari Sabtu, kecuali hari libur nasional yang jatuh pada hari
Sabtu, maka akan buka pada hari Minggu. Operating
Hours pasar ini pada pukul 8.30 pagi sampai pukul 3 sore. Ternyata, di sini
lah pusat keramaian Kota Hobart. Seluruh warga kota sepertinya menikmati
weekend mereka dengan berjalan-jalan di Salamanca Market. Cukup ramai pada saat
saya berkunjung.
Terdapat lebih kurang 300 stalls yang berdiri di
sepanjang jalan di Salamanca Place. Barang yang dijual berbagai macam, mulai
dari kerajinan tangan, sayuran dan buah-buahan fresh yang baru didatangkan dari
farm, souvenir, sampai makanan. Saya sendiri sangat menikmati susanan di
Salamanca Market, walaupun pada hari itu angin sangat kencang sampai beberapa
penjual memegangi tenda mereka agar tidak ambruk karena tertiup angin. But it didn’t stop the locals and tourists
to come out and stroll along the market. Kalau kalian ingin pergi ke
Salamanca Market, pastikan kalian berkunjung ke Hobart pada saat weekend, so you won’t miss this market.
![]() |
| Taman David's James di Samping Salamanca Market |
Mia Wilis - Went to Hobart On August, 2012





Tidak ada komentar:
Posting Komentar